Kamis, 26 Maret 2015

Jenis, Keuntungan, dan Kerugian dari Kepariwisataan

Hello readers, masih tentang kepariwisataan nih yang aku post. Kali ini tentang Macam-macam serta Keuntungan dan Kerugiannya^^

Jenis atau Macam-macam Kepariwisataan
            Menurut Yoeti (1983:110) mengemukakan jenis dan macam-macam pariwisata menjadi 5 bagian, yaitu:
1.      Menurut letak geografis, dimana kegiatan pariwisata berkembang.
a)      Pariwisata Lokal (Lokal Tourism)
Yang dimaksudkan dengan jenis pariwisata semacam ini adalah pariwisata setempat, yang mempunyai ruang lingkup relatif sempit dan terbatas dalam tempat-tempat tertentu saja.
b)      Pariwisata Regional (Regional Tourism)
Yaitu kegiatan kepariwisataan yang berkembang di suatu tempat atau daerah yang ruang lingkupnya lebih luas bila dibandingkan dengan “Kepariwisataan Nasional (National Tourism)
c)      Kepariwisataan Nasional (National Tourism)
1)      Kepariwisataan dalam arti sempit
Yaitu kegiatan kepariwisataan yang berkembang dalam wilayah suatu negara. Pengertian ini sinonim dengan pengertian “pariwisata dalam negeri” atau domestic tourism, dimana titik beratnya orang yang melakukan perjalanan wisata adalah warga negara sendiri dan orang-orang asing yang berdomisili di negara tersebut.
2)      Kepariwisataan nasional dalam artian luas
Yaitu kegiatan kepariwisataan yang berkembang dalam wilayah suatu negara selain kegiatan “domestic tourism” juga dikembangkan “foreign tourism” dimana didalamnya termasuk “in bound tourism” dan “out going tourism” .
Jadi, selain adanya lalu lintas wisata studi dalam negeri sendiri, juga ada lalu lintas wisatawan dari luar negeri, maupun dari dalam negeri ke luar negeri.
d)     Regional-International Tourism
Yaitu kegiatan kepariwisataan yang berkembang di suatu wilayah internasional yang terbatas, tetapi melewati batas-batas lebih dari dua atau tiga negara dalam wilayah tersebut. Misalnya, kepariwisataan ASEAN, Timur Tengah, Asia Selatan, Eropa Barat dan lain-lain.
e)      International Tourism
Pengertian ini sinonim dengan kepariwisataan dunia (World Tourism), yaitu kegiatan kepariwisataan yang berkembang di seluruh negara di dunia, termasuk didalamnya, selain “Regional-International Tourism” juga kegiatan “National Tourism”.
2.      Menurut pengaruhnya terhadap neraca pembayaran.
a)      In Tourism atau pariwisata aktif
Yaitu kegiatan kepariwisataan yang ditandai dengan gejala masuknya wisatawan asing ke suatu negara tertentu. Disebut sebagai pariwisata aktif karena dengan masuknya wisatawan asing tersebut, berarti dapat memasukkan devisa bagi negara yang dikunjungi yang dengan sendirinya akan memperkuat posisi neraca pembayaran negara yang dikunjungi wisatawan tersebut.
b)      Out-going Tourism atau pariwista pasif.
Yaitu kegiatan kepariwisataan yang ditandai dengan gejala keluarnya warga negara sendiri berpergian ke luar negeri sebagai wisatawan. Disebut sebagai pariwisata pasif, karena ditinjau dari segi pemasukan devisa bagi negara, kegiatan ini merugikan negara asal wisatawan, karena uang yang seharusnya dibelanjakan di dalam negeri dibawa keluar negeri dan tidak ada arti ekonominya bagi negara sendiri. Karena itu jarang suatu negara berkeinginan untuk mengembangkan pariwisata semacam ini.
3.      Menurut alasan atau waktu berkunjung.
a)      Business Tourism
Yaitu jenis pariwisata dimana pengunjungnya datang untuk tujuan dinas, usaha dagang atau yang berhubungan dengan pekerjaannya, kongres, seminar dan musyawarah kerja.
b)      Vocational Tourism
      Yaitu jenis pariwisata dimana pengunjung atau orang-orang yang melakukan perjalanan wisata terdiri dari orang-orang yang sedang berlibur, cuti atau pakansi.
c)      Education Tourism
      Yaitu jenis pariwisata dimana pengunjung atau orang melakukan perjalanan untuk tujuan studi atau mempelajari sesuatu bidang ilmu pengetahuan. Termasuk didalamnya adalah dharmawisata (study-tour). Dalam bidang bahasa dikenal istilah“polly politish”, yaitu untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing, seseorang memerlukan tinggal untuk sementara waktu di negara yang bahasanya sedang dipelajari (agar lebih dapat menghayatinya).
4.      Menurut saat atau waktu berkunjung.
a)      Seasional Tourism
      Yaitu jenis pariwisata yang kegiatannya berlangsung pada musim-musim tertentu. Termasuk ke dalam kelompok ini adalahSummer Tourism atau Winter Tourism, yang biasanya ditandai dengan kegiatan olah raga.
b)      Occasional Tourism
      Yaitu jenis pariwisata dimana perjalanan wisatanya dihubungkan dengan kejadian (occasion) maupun suatu even, seperti misalnya: galungan dan kuningan di Bali, sekaten di Yogya atau panjat pinang di Cirebon, pesta air di negara-negara yang beragama Hindu (India, Birma, Muangthai, Kamboja, Hongkong, Singapura), dan lain-lain.
5.      Pembagian menurut obyeknya.
a)      Cultural Tourism
      Yaitu jenis pariwisata, dimana motivasi orang-orang untuk melakukan perjalanan disebabkan karena adanya daya tarik dari seni-budaya suatu tempat atau daerah. Jadi obyek kunjungannya adalah warisan nenek moyang, benda-benda kuno.
b)      Recuperational Tourism
      Biasanya disebut sebagai pariwisata kesehatan. Tujuan daripada orang untuk melakukan perjalanan untuk menyembuhkan suatu penyakit, seperti mandi di sumber air panas, mandi lumpur seperti yang banyak dijumpai di Eropa atau mandi susu, mandi kopi di Jepang, yang katanya dapat membuat arang awet muda.
c)      Commercial Tourism
      Disebut sebagai pariwisata perdagangan, karena perjalanan wisata ini dikaitkan dengan kegiatan perdagangan nasional atau internasional, dimana sering diadakan kegiatan Expo, fair, Exhibition dan lain-lain.
d)     Sport Tourism

      Biasanya disebut dengan istilah pariwisata olah raga. Yang dimaksud dengan jenis pariwisata ini adalah perjalanan orang-orang yang bertujuan untuk melihat atau menyaksikan suatu pesta olah raga di suatu tempat atau negara tertentu. Seperti Olimpiade, pertandingan Volly, Tinju dan Sepak Bola. Atau ikut berpartisipasi dalam kegiatan itu sendiri.

Keuntungan dan kerugian dari Kepariwisataan
            Ada banyak sekali manfaat dan keuntungan bidang pariwisata bila direncanakan dan diarahkan dengan baik. Manfaat dan keuntungan tersebut dapat terlihat dan dirasakan baik dari segi ekonomi (kesejahteraan), sosial budaya, politik (berbangsa dan bernegara), dan lingkungan hidup.
                               
1.      Manfaat Ekonomi (Kesejahteraan)
Meningkatnya arus wisatawan ke suatu daerah atau wilayah, menuntut macam-macam pelayanan dan fasilitas yang semakin meningkat baik jumlah dan ragamnya. Hal ini member manfaat ekonomi bagi penduduk, pengusaha, dan pemerintah setempat

2.      Manfaat Sosial Budaya
Pelestarian Budaya Dan Adat Istiadat Salah satu sasaran wisatawan dalam melakukan perjalanan adalah untuk menikmati, mengagumi dan mempelajari kebudayaan, danadat istiadat serta sejarah suatu bangsa. Oleh karena itu seni dan budaya serta tata cara hidup yang unik dan khas perlu dipertahankan dan dikembangkan. Dan juga dapat meningkatkan Kecerdasan Masyarakat. Masyarakat yang dikunjungi akan banyak belajar dari wisatawan yang berkunjung.

3.      Manfaat Dalam Berbangsa Dan Bernegara (Politik)
Dengan lebih banyak mengenal kekayaan dan keindahan tanah air, melalui kunjungan wisata akan menumbuhkan rasa memiliki, keinginan untuk memelihara dan mempertahankan negara yang pada gilirannya tumbuh rasa cinta terhadap tanah air.

4.      Manfaat Bagi Lingkungan          
Pembangunan dan pengembangan pariwisata bila diarahkan dan direncanakan secara baik, akan dapat membantu dalam memelihara lingkungan.

            ketika kita melihat banyak sekali dampak dari kepariwisataan, pasti kita berfikir selain keuntungannya apakah ada kerugiannya? tentu ada! berikut keugian dari kepariwisataan.

1.Rusaknya Lingkungan
            Berasal dari jumlah dan perilaku wisatawan yang dapat mengganggu dan merusak kondisi lingkungan setempat.

2.Ketidakstabilan Ekonomi
            Hal ini membuat masyarakat rentan terhadap kondisi pariwisata yang fluktuatif. Sebagai konsekuensinya, wisatawan dan masyarakat lokal dapat membayar harga yang lebih tinggi untuk mendapatkan pelayanan, makanan-minuman, bahan bakar, penginapan dll.

3.Kepadatan dan Kenyamanan
            Terlalu banyaknya wisatawan akan mengganggu kenyamanan wisatawan itu sendiri dan juga masyarakat yang hidup di daerah tersebut, terutama jika hal ini terjadi di kawasan lindung. 

4.Pembangunan Berlebih
            Pembangunan pariwisata jika tidak dikontrol dengan baik dapat mengganggu kenyamanan dan merusak lingkungan.

5.Pengaturan Dari Pihak Luar Yang Berlebihan
            Pengusaha luar biasanya mempunyai pengalaman serta sumber pendanaan yang lebih banyak. Seringkali dengan pengalaman, pengetahuan serta kekuatan yang mereka miliki timbul kecenderungan bahwa mereka akan mengatur kegiatan pariwisata dan dapat menekan orang lokal atau menimbulkan kesan seolah-olah orang lokal hanya sebagai peran pembantu saja.

6.Kebocoran Secara Ekonomi
            Pajak dari sektor pariwisata dapat “bocor” ke tempat atau daerah lain jika wisatawan lebih memilih membeli barang ataupun memakai jasa-usaha yang dikelola oleh orang luar (non lokal).

7.Perubahan Budaya
            Perubahan budaya yang terjadi di masyarakat dapat bersifat positif dan negatif, tergantung dari mana kita memandangnya. Bagaimanapun masyarakat biasanya tidak mampu atau tidak diberi kesempatan untuk menentukan apakah mereka ingin berubah atau tidak. Perubahan akan terjadi dengan begitu saja tanpa masyarakat menyadarinya. Bagi para wisatawan, ada yang mengharapkan agar masyarakat tidak berubah tetapi bagi sebagian wisatawan yang lain masyarakat merupakan target perubahan untuk dipengaruhi. Dilihat dari masyarakat itu sendiri juga ada beberapa perspektif. Ada masyarakat yang ingin menuju ke arah modernisasi, ada masyarakat yang ingin mempertahankan gaya hidup serta budaya mereka tetapi ada juga masyarakat yang tidak peduli dengan perubahan yang terjadi selama mereka dapat hidup layak.

Sources:
http://loerock.blogspot.com/2014/08/pengertian-pariwisata.html
http://rafansdetik.blogdetik.com/index.php/2012/04/29/ilmu-pengetahuan-pariwisata-manfaat-pariwisata/
http://dhony-syach.blogspot.com/2010/12/keuntungan-dan-ancaman-dari-pariwisata.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar